Lokmin Bulan Februari 2026
Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas Pancur dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026 bertempat di Aula Puskesmas Pancur. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, drg. Dini Nuraida, MMRS, Kepala Puskesmas Pancur dr. Trianovi Puspasari, serta seluruh karyawan Puskesmas Pancur. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan pembinaan program dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta pencapaian indikator kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Pancur.

Dalam sambutannya, dr. Trianovi Puspasari menyampaikan bahwa jumlah peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) nonaktif secara keseluruhan mencapai 12.000 peserta, dengan sekitar 1.000 peserta berada di wilayah kerja Puskesmas Pancur. Pasien dengan hipertensi, Diabetes Melitus, penyakit kronis lainnya, serta ibu hamil di wilayah Kecamatan Pancur diarahkan untuk mengajukan reaktivasi ke pesertaan secara kolektif melalui Puskesmas Pancur. Selain itu, kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangka skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) telah disosialisasikan di seluruh desa, dengan pencatatan data menggunakan formulir CKG sebagai bentuk penguatan sistem pelaporan.

Selanjutnya, penanggung jawab Klaster 1, Klaster 2, dan Klaster 3 memaparkan capaian program yang telah dilaksanakan selama 1 bulan. Pada program Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis (P2 TB), capaian terduga TB sebesar 14% dengan penemuan kasus sebesar 8%, termasuk 4 kasus TB anak. Pada program P2 Kusta dilaporkan 1 kasus kusta, 17 kasus diare, serta 28 kasus Hepatitis pada ibu hamil. Sementara itu, pada Klaster 3 tercatat peserta KB aktif sebanyak 6 orang dan calon pengantin sebanyak 8 orang.

Dalam arahannya, drg. Dini Nuraida, MMRS menekankan bahwa seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat harus dikoordinasikan secara optimal. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan penimbangan serentak di Posyandu beserta verifikasi data sedang berlangsung dan perlu dikawal pelaksanaannya. Selain itu, diperlukan peningkatan strategi untuk mencapai target program CKG. SPJ sampel HPV DNA diminta untuk segera dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, serta penginputan data CKG Kusta harus dilakukan secara lengkap dan tidak boleh kosong guna menjaga validitas pelaporan.
