Lokakarya Mini Lintas Sektoral (Lokmin Linsek) Puskesmas Pancur Awal tahun 2026.
Loka Karya Mini Lintas Sektor Triwulan I yang dirangkaikan dengan cek kesehatan gratis bagi seluruh tamu undangan diselenggarakan pada 25 Februari 2026 di Aula Puskesmas Pancur. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat, seluruh kepala desa se-Kecamatan Pancur, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta unsur terkait lainnya.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berkurangnya Dana Desa tahun 2026 yang mencapai sekitar 70 persen dan berdampak langsung pada sejumlah program prioritas di tingkat desa, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu serta upaya siaga anak stunting. Selama ini, PMT stunting menjadi tanggung jawab desa dan diberikan selama tiga bulan, sementara intervensi gizi lain seperti bagi ibu hamil berisiko tinggi, anak gizi buruk (wasting), underweight, dan weight faltering didukung melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas. Penurunan anggaran desa menyebabkan keterbatasan dalam pengadaan PMT, operasional kader, serta kegiatan pemantauan dan penyuluhan, sehingga berpotensi menghambat percepatan penurunan stunting.

Dalam forum tersebut disepakati pentingnya sinergi lintas sektor guna menjaga keberlanjutan program. Kepala Puskesmas Pancur, dr. Trianovi Puspasari, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan mendorong kolaborasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ke depan, balita stunting yang sebelumnya ditangani melalui Dana Desa dapat dialihkan penanganannya ke SPPG, sedangkan balita non-stunting untuk upaya pencegahan tetap didukung melalui BOK Puskesmas. Pada tahun 2026, alokasi BOK Puskesmas Pancur meningkat dari Rp250 juta menjadi sekitar Rp500 juta untuk mendukung layanan kesehatan di 23 desa di Kecamatan Pancur. Dengan peningkatan tersebut, pemberian PMT ditargetkan mulai April dan menjangkau lebih banyak sasaran, sehingga pelayanan posyandu dan upaya siaga anak stunting tetap berjalan optimal meskipun di tengah keterbatasan anggaran desa.